Tulisan Terbaru

Day 1 #10daysforASEAN: Nyalon Dimana Kita?

By 27.8.13 , , , ,



Wow! Tema hari pertama #10daysforASEAN ini harus menjawab pertanyaan: Bagaimana kalau di sekitar perumahan kamu banyak berdiri salon-salon Thailand yang profesional dan mempunyai sertifikat tingkat internasional apakah akan menggeser salon lokal? Apa analisismu?

Merasa tahu alakadarnya tentang salon terutama salon ala Thailand, akhirnya riset kecil melalui Google pun dilakukan.

Menurut analisa asal-asalan ala saya, kalau di sekitar perumahan saya berdiri salon-salon ala Thailand yang profesional dan bersertifikasi internasional, tergantung salon lokal yang seperti apa yang akan tergeser.

Di lingkungan tempat saya tinggal ada beberapa kelompok salon. Mulai dari salon-salon kecil yang mematok harga yang murah meriah harga tetangga dan anak kost, salon dengan beberapa brand yang sudah dikenal baik oleh masyarakat dan salon yang kategorinya high-end class alias salon tersebut hanya memiliki satu dua cabang atau gerai tunggal dengan brand yang kurang dikenal tapi interiornya nampak nyaman dan eksklusif. 

Dari sudut pandang saya, bisa dikatakan masing-masing memiliki kadar keramaian yang berbeda-beda. Tergantung jasa apa yang tersedia, kualitas layanan, harga, kenyamanan, dan kemudahan untuk memperoleh atau menikmati jasa yang dibutuhkan oleh pelanggan. Setidaknya itu yang selalu jadi pertimbangan saya kalau mau nyalon. Sertifikasi tingkat internasional? Eeerrr... sejujurnya saya sendiri tidak pernah memikirkan apakah pemilik salon dan atau kaspter yang menangani saya itu memiliki sertifikat atau tidak. Yang penting hasilnya rapi, harga terjangkau dan membuat saya senang, sudah cukup. 

Tapi, sebagai pelanggan salah satu salon dekat kost-an saya, sudah pasti saya berharap salon tersebut selalu meningkatkan kualitas kualitas layanan, menambah jenis layanan dan meningkatkan kemampuan pegawai salon tentunya. Contoh sederhana, saya yang berkerudung ini sudah pasti akan mencari salon yang khusus untuk wanita atau setidaknya ada ruang khusus bagi wanita saat perawatan rambut dan tubuh seperti lulur, pijat, sauna, dan lain sebagainya. Jadi, kalau salon langganan saya itu tidak memikirkan perubahan ke arah sana, maka saya akan mencari salon lain yang mampu memenuhi kebutuhan saya walaupun letaknya mungkin agak jauh dari tempat tinggal saya.

Nah, bagaimana dengan kehadiran gerai Thai salon yang bersertifikasi internasional? Bagi pelanggan seperti saya, yang pertama kali ditanya pastilah masalah ruang khusus perawatan bagi wanita yang tidak diakses oleh kaum adam. Sehingga dapat memberikan rasa nyaman bagi saya selama melakukan ritual nyalon di salon tersebut. Selanjutnya yang akan ditanyakan adalah jenis layanan, kebersihan dan suasana salon, serta rekomendasi teman untuk kemampuan kapster atau pegawai salon dalam mengerjakan tugasnya. Sehingga, masalah sertifikat bertaraf internasional bisa jadi akan ada diurutan kesekian yang bahkan mungkin tidak akan diperhatikan.

Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing, mungkin menjadi nilai tambah sekiranya kelak saya merekomendasikan salon tersebut kepada rekan kerja yang bukan orang Indonesia. Salon yang memiliki pegawai yang piawai dalam melakukan tugasnya dengan baik ditambah dengan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing ditambah dengan suasana dan tempat yang bersih, rasanya akan mampu bersaing dengan salon impor dari Thailand yang mungkin salah satu jasa yang ditawarkannya adalah Thai massage yang terkenal itu.

Kalau setiap pemilik salon peka dengan kebutuhan pelanggan yang ada di sekitarnya dan memiliki perencanaan yang matang dalam hal peningkatan kualitas layanan, saya yakin salon ini akan mampu bersaing saat Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 diberlakukan nanti.
~~~yang punya blog~~~

Tulisan ini disertakan dalam Lomba Blog ASEAN Blogger Community - Chapter Indonesia #10daysforASEAN, Menuju Komunitas Ekonomi ASEAN 2015.

Tulisan dengan kategori sama:

1 komentar

  1. yang ramah kantong menjadi prioritas hehehe, secara kalo model rambut yah gitu2 ajah :D

    BalasHapus