Tulisan Terbaru

Happy Holiday in Bintan Resorts

By 25.10.13 , , , , , , , , , , ,



Entah karena kecape'an atau merasa "di rumah", tapi yang pasti tidur saya nyenyak...banget! Ketukan di pintu kamar dan panggilan Deasy dari luar kamar sampai membuat saya loncat dari tempat tidur. Sempat bingung sesaat, ini di mana sih? Jam berapa?” 

Dan ketika sadar, “ Aaarrrrggghhh Deasy! Masih pagi banget ini!” Kata saya sambil kembali nyungsep menikmati empuknya kasur dan bantal, membiarkan pintu kamar terbuka dan Deasy yang (sepertinya sih) bengong! Entah...

~~~

Salah satu area Township
Selesai mandi, sarapan, beres-beres. Akhirnya kami jalan pagi menyusuri jalanan beraspal menuruni bukit. Melewati berderet-deret dormitory karyawan hotel yang beragam warna dinding bangunannya. Berbelok ke arah Pasar Oleh Oleh, kami tidak berniat untuk mampir dan belanja oleh-oleh... padahal sehari sebelumnya kami berencana ke POO untuk beli beberapa barang bergambar Coconut Head –maskot Bintan Resorts-.

Menyeberangi jalan yang mulus dan sepi, kami melangkahkan kaki ke jembatan kayu menuju Kampoeng Lagoi yang isinya pertokoan yang bangunannya lebih modern dari POO tapi isinya ya kurang lebih mirip. Ada toko baju, toko souvenir, restaurant, dan tempat bermain. Kampoeng Lagoi ini bersebelahan dengan lapangan serba guna yang cukup luas. Biasanya lapangan ini digunakan untuk olah raga, upacara bendera, dan berbagai acara lainnya termasuk bisa berfungsi sebagai tempat mendaratnya helikopter karena di salah satu sisinya tersedia helipad.


Deasy di depan Kampoeng Lagoi & Gate Bintan Mangrove
Keluar dari Kampoeng Lagoi melalui area belakang, kami melanjutkan jalan kaki pagi kami melalui jalan kecil beraspal. Kali ini sisi sebelah kiri kami hutan yang rasanya sih masih ada satwa liar seperti ular, monyet, burung, dan... mungkin fireflies saat malam tiba.

Kami sempat berhenti sebentar di depan gerbang menuju jetty Mangrove Tour. Dulu saya sempat beberapa kali... sering sih tepatnya, mampir ke jetty. Entah untuk sekedar menikmati suasana, atau untuk tujuan kerja alias random check. Hehehe iya, saya suka sekali random check. Oiya, ngomong-ngomong, Mangrove Discovery Tour-nya Bintan Resorts ini pernah meraih PATA Gold Award lho!

Jalan-jalan pagi kami berakhir di... Wisma Bintan Resorts!

Masuk ke area lobby...kosong! Ada kesibukan di area pantry sepertinya, karena salam saya ngga ada yang respon. Akhirnya dengan tingkat kepedean yang pede, saya menyeret Deasy melangkahkan kaki untuk ke lantai atas. Sampai di lantai atas, saya celingukan...sepi eh, ada suara dari arah ruangan Pak Adit.

Deasy bisik-bisik,”eh, ni ngga apa-apa ya kita masuk-masuk aja?”

Saya menggeleng sambil nyengir,”salah sendiri, kenapa front desk ditinggal kosong hehehe...”

Bang Rodo, Kak CIciu, Mba Yuli, Saya & Pacet
Puas kangen-kangenan, puas bikin rusuh ruang HRD, akhirnya saya dan Deasy meninggalkan Wisma setelah Hermanto datang menjemput kami. Tujuan pertama BBT FT. Jemput Mamak Syafliana dan... urus keberangkatan kami hari itu.

Mau kemana kami sebenarnya dengan waktu yang hanya tersisa sekitar 3 jam itu? Tujuan utamanya sih mendatangi beberapa tempat yang sebelumnya sudah saya masukan ke dalam daftar sebagai tempat untuk melakukan kegiatan outdoor dengan suasana yang berbeda-beda.


Golf Academy Ria Bintan Golf Club
Kami menyambangi golf club yang masuk ke dalam Top 100 golf course versi GolfDigest Magazine dan meraih penghargaan the Asian Golf Monthly Awards 2008 sebagai Best Golf Course in Asia itu bukan untuk driving belajar apalagi untuk main golf hehehe...

Staff Ria Bintan mengajak kami untuk melihat Golf Academy-nya yang bersebelahan dengan lapangan golf 36-hole hasil design Gary Player. Golf academy ini cukup luas dan kira-kira bisa menampung 50 orang lebih untuk berkegiatan di sini. Menariknya, staff Ria Bintan memberi tawaran berupa free driving range kalau rencana kegiatan jadi dilakukan di sana. Sayangnya, kegiatan outdoor itu gagal dilakukan karena satu dan lain hal. Ya mungkin suatu hari nanti bisa direalisasikan. Semoga!


Dari Nirwana Kelong Restaurant & Nirwana Beach Club
Tempat pertama yang dikunjungi di kawasan ini adalah Nirwana Kelong Restaurant. Bukan untuk menikmati black paper crap atau shrimp oat deep fried yang e-n-a-k-b-a-n-g-e-t itu, tapi tempat ini jadi salah satu tempat yang ada di dalam daftar untuk melakukan kegiatan outdoor.

Mumpung Kelong belum ramai, kami berempat melihat-lihat ke dalam sampai ke jembatan menuju Calypso Bar dan baru meninggalkan Kelong ketika serombongan tamu datang. Dari Kelong, kami malanjutkan perjalanan menuju Nirwana Beach Club.

Dan Nirwana Beach Club adalah tujuan selanjutnya. Saya memilih tempat ini karena dari pantai NBC itu kami bisa melihat siluet landscape Johor Bahru, dan kalau malam hari akan terlihat pendar cahaya dari mercu suar di Pedra Branca Island. Jadi, kalau kegiatan outdoor itu jadi dilakukan, maka saya akan masukan tempat ini sebagai tempat untuk melakukan kegiatan sore/malam hari. Romantis tempatnya... hehehe *ngomong-ngomong, saya pernah membuat tulisan dengan background NBC lho!*


Saya lupa idenya siapa, tapi waktu itu saya setuju ketika mobil memasuki pelataran parkir Lagoi Park & Reservoir. Dulu, ketika saya meninggalkan pekerjaan di sini, tempat ini masih dalam penataan. Ada play ground untuk anak-anak, lapangan hijau yang ngga terlalu luas, ada saung dekat reservoir untuk menikmati suasana di sana, dan lainnya.

Sebentar di sana, saya mengambil beberapa foto sebagai tambahan. Siapa tau berguna, pikir saya waktu itu. Karena tempat ini sebetulnya masih 50:50 masuk ke dalam daftar. Waktu rasanya bergerak begitu cepat, saat saya melirik jam yang ada di tab. Duh! Telat nih... kami buru-buru kembali ke lodge.

Kehebohan

Secepat kilat kami berkemas, saya sempatkan shalat...*ngga konsen juga akhirnya* Rasanya saat itu saya ingin menghentikan waktu sejenak, supaya kami bisa beres-beres dengan tenang. Sayangnya ngga bisa, akhirnya terjadilah kehebohan dan kepanikan di dalam lodge ditingkahi dengan bunyi dering hp bertubi-tubi. Saya panik!

15 menit sebelum keberangkatan, kami baru berlarian turun dan masuk ke dalam mobil sementara traveling bag kami dibantu hermanto dan salah satu staff lodge sudah dibawa masuk ke dalam mobil. Jam 14.30 kurang sekian menit, saya nyaris menabrak salah seorang turis yang sedang berdiri di ngga jauh dari pintu. Saya lari sekencang yang saya bisa sambil menarik traveling bag saya. Deasy mengikuti saya dari belakang. Mamak Syafliana... Hermanto... entah, saya tidak tau lagi. Pikiran saya mulai kacau... gimana kalau ngga bisa berangkat? Mestinya saat itu systemnya sudah cut off time dan... immigration clearance? Saya sempat melirik ke keberangkatan, masih ada yang antri! Great! Saya tiba di Ticketing Office dengan nafas terengah-engah...

Beruntungnya saya, karena saat mampir ke BBT untuk jemput Mamak, saya dan Deasy meninggalkan passport dan tiket kami. Jadi ketika kami tiba, tiket sudah berganti jadi boarding pass.

All clear, mbak, tinggal tunggu di ruang keberangkatan aja,”

“Duh, ok, maaf ya telat. Tadi kelamaan muter-muternya...,”

“No problem. Itu yang sudah di dalam pun belum boarding kok,”

Saya nyengir. Lega. Pelan kami melangkahkan kaki masuk ke ruang keberangkatan. Sambil ngobrol dengan beberapa teman, saya dan Deasy meninggalkan ruang tunggu keberangkatan. Tiba di dermaga, tepat di samping tangga, saya berdiri sambil memperhatikan penumpang yang naik. Saya ingin jadi penumpang terakhir yang naik ke dalam ferry. Kangen moment-nya sih!

“Meit! Naik! Cepat naik!” kata suara dari atas. Saya mendongak melihat kearah suara.

“Hi Capt! Ok, sebentar...,” kata saya sambil siap-siap untuk naik tangga.

Sesaat setelah ada di dalam ferry, saya memperhatikan tempat bagasi. Mencari tempat untuk menyimpan traveling bag saya dan Deasy. Sempat bertukar kabar dengan captain dan teman kerja dulu... ahaha! Lengkap!

Ferry Wan Sendari bergerak meninggalkan pelabuhan. Saya dan Deasy memilih tempat duduk berbahan kulit di samping jendela. Rencana saya untuk tidur, sepertinya harus ditunda. Karena tanpa direncanakan, saya ketemu temen lama di ferry.

Rasanya perjalanan kali ini memang jadi perjalanan reuni buat saya.
Coconut Head @ POO
 ~~~yang punya blog~~~

Eeerrr... perasaan saya, masalah kepanikan, ketegangan dan kehebohan sudah berakhir ketika masuk ke ruang tunggu keberangkatan di BBT. Tapi rupanyaaa....

Tulisan dengan kategori sama:

2 komentar

  1. cerita kemarin berlanjut yah bu :d ...baru ngeh kok bisa leluasa didaerah sini, oh mantan orang dalam toh :-?

    BalasHapus
  2. @Ilham: Hehehe... warningnya udah ada di postingan2 awal :))

    BalasHapus