Pengalaman SWAB Antigen Test

Lanjut ah ceritanya...

Jadi, setelah urusan diinfus dan ambil obat di apotik rumah sakit selesai, aku akhirnya balik. Batal test hari itu karena ternyata slot jam 6 sore sudah habis. Drama diinfus bisa baca di sini ya.

Besoknya nih.

Karena dihari ke-8 terpaksa harus ke IGD rumah sakit, jadilah SWAB Antigen Test baru bisa dilakukan dihari ke-9. Karena memang udah terbiasa bangun pagi ngga tidur lagi. Jadi jam 8 kurang sudah siap berangkat ke rumah sakit. Well, telat sih sebenernya. Tapi aku pikir, paling antri bentar buat registras ulang dan bayar, terus antri test dan pulang. Tapi rupanya... oh rupanya, ekspektasi tidak sesuai dengan realita saudara-saudara!

Begitu sampai di area teras menuju lobby rumah sakit, ada 2 orang petugas yang lengkap dengan APD. Aku pikir, tempat registrasi ulang di situ. Ternyata harus jalan beberapa meter melewati lobby. Ngga jauh dari sebuah ruangan, ada antrian. Sempat tanya ke salah satu yang antri di situ. Akhirnya aku mendatangi salah seorang security yang ada ngga jauh dari ruangan dan ada di belakang antrian. Nama aku tercatat nomor 67 dan aku dipersilakan menunggu. Aku pikir, aku pikir nih... antriannya hanya yang berdiri mengular. Ternyata ngga lho! Banyak yang duduk di kursi yang tersedia, banyak yang duduk di pinggir taman. O...ow... banyak bray! Untung sebelum ke rumah sakit mandi dulu, terus bawa bekal makanan dan sebotol air putih untuk sarapan.

Satu jam, dua jam, sarapan sudah selesai... tapi belum dipanggil juga. Isi formulir yang dibagikan, pindah posisi duduk, geser... geser... udah tiga jam belum dipanggil juga! Lalu, aku mulai bergerak ke arah 3 orang Security lagi, mengintip sudah masuk urutan berapa. Masih jauh. Melipir lagi. Akhirnya setelah agak lama nomor urut aku dipanggil juga untuk masuk antrian. Untuk masuk antrian lho ya! Dari mulai masuk antrian sampai bisa masuk ke ruang lumayan lama juga. 

Sampai di dalam, aku dilayani oleh 2 petugas secara bergantian. Selesai urusan administrasi selesai, aku dikasih satu set berkas yang harus dibawa ke ruang test yang ada di depan ruang IGD. Sampai di depan ruang test, antri lagi. Tapi ngga sepanjang di area pendaftaran dan nunggunya juga paling ya sekitar 10 menitan. 

"SWAB Antigen Test!"

Ada petugas yang manggil seperti itu, beberapa orang termasuk aku nyerahin berkas ke petugas. Ngga lama, kami dipersilakan masuk ke ruang-ruang kecil, 1 ruang untuk 1 orang + 1 petugas. Setelah dikasih penjelasan singkat, test pun dilakukan dengan posisi aku duduk, kepala agak mendongak untuk memudahkan petugas melakukan test.

Rasanya? "Ah... mantap!" Seperti makan sushi yang kebanyakan wasabi menurutku! Setelah itu, aku diminta tunggu di luar. Karena katanya hasil akan keluar dalam 7 menit saja! Dan benar aja, sekitar 7 menit kemudian, nama aku dipanggil dan hasil test sementara diperlihatkan, boleh difoto. Sementara hasil cetak dikirim beberapa jam kemudian melalui email. Hasilnya? Alhamdulillah negative alias non-reactive.

Hasil SWAB Antigen Test (doc. pribadi)

Kolaborasi rasa lapar dan lelah bikin aku memutuskan buru-buru pulang, mandi lagi, dan order gofood saja! 

Sambil menunggu gofood datang, aku share informasi hasil test ke HRD, keluarga dan pihak yang butuh tau informasi itu. Setidaknya dengan begitu aku memberi rasa aman bukan hanya untuk diri aku sendiri, tapi sekitar aku.

~~~yang punya blog~~~

Ini postingan terakhir rangkaian dari pengalaman isolasi mandiri sampai melakukan SWAB Antigen Test. Ribet? Kalau dipikir ribet ya bisa ribet. Tapi bagi aku sih ngga. Justru ini jadi pengalaman paling berharga dimasa pandemi seperti sekarang ini. 

Stay safe, stay healthy! Sambil menunggu giliran vaksin




Komentar

  1. Nungguin cerita vaksinnya ahhh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum dapet giliran lah ombray.... ntar ya. Aku mau siapin dulu tulisan pra ramadan.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Isolasi Mandiri

Ramadan Tahun Ini

Mendadak Diinfus!